Kandungan

Berikut beberapa penyakit yang berkaitan dengan kandungan

  • Nyeri Haid (tysmenorrhea)
  • Macet Haid (amenorrhea)
  • Keputihan (leucorrhea)
  • Kelamin Gatal (pruritis vulvae)
  • Haid Tidak Teratur
  • Berhenti Haid (menopause)
  • Wanita Mandul
  • Pria Mandul
  • Keluarga Berencana – Mengatur Kelahiran
  • Dingin Seksuan Pada Wanita (frigiditas)
  • Memudahkan Kelahiran
  • Peranakan Turun (prolapsus uteri)
  • Histeria Seksual

Nyeri Haid (dysmenorrhea )

Rasa nyeri pada bagian perut sebelah bawah yang dialami oleh gadis remaja, diikuti kejang perut, meluas ke punggung dan paha menjelang haid. Rasa nyeri seperti itu biasanya akan hilang sesudah kawin dan melahirkan anak. Pubertas biasanya terjadi pada gadis remaja usia 10 tahun ke atas, ditandai dengan permulaan haid, rahim dan vagina membesar, buah dada mulai berisi lemak, diikuti lengkung tubuh membulat, tumbuh bulu pada ketiak dan pubis, pinggul melebar.

Setiap bulan pada setiap siklus haid, dari indung telur (ovarium ) keluar sel telur yang sudah matang (ovum ) kira kira hari ke 14 siklus haid, menuju ke rahim, kalau bertemu dengan sel lelaki ( spermatozoa ) akan terjadi pembuahan. Ovum bias bertahan hanya selama 12 sampai 14 hari, sampai permulaan haid berikutnya. Kalau tidak dibuahi lalu terjadi haid yang berlangsung selama 5 hari. Haid sendiri tidak dirasakan sakit atau nyeri meskipun terjadi pendarahan, yaitu ovum yang mati menjadi darah dan keluar bersama kotoran lain.
Kalau terasa nyeri menjelang haid dan ketika haid banyak darah yang keluar berwarna merah tua, berkeping ada gangguan serius, penyakit panas. Kalau rasa nyeri timbul sesudah haid pertanda ada gangguan tersembunyi, penyakit semu.

Macet Hait ( amenorrhea )

Berhenti haid kerena sebab apapun sebagai berhenti haid sebelum waktunya, sering disebut menopause premature atau amenorrhea. Sedangkan berhenti haid seterusnya disebut menopause. Ini terjadi mungkin karena kekurangan hormon, rahim yang tidak berkembang, kegagalan kerja indung telur, gangguan kelenjar gondok, kekurangan gizi, kegemukan, diabetes atau gangguan penyakit lain atau emosi dan strees.

Keputihan ( leucorrhea )

Keputihan sering kali juga disebut “darah putih“, dimana mengeluarkan cairan tidak berdarah dari rahim yang sering merisaukan dan mengganggu para wanita. Hal itu terjadi karena ada infeksi di dalam rahim atau leher rahim.

Keluarnya lender, bukan darah biasa terjadi setelah melahirkan, ketika hamil, setelah berhubungan seksual, sesudah haid atau pada saat ovurasi terjadi. Baru marupakan gangguan kalau dirasakan gatal, berbau dan bias menular kepada fihak lelaki. Lendirnya bukan putih lagi, agak kuning kemerah merahan karena fungsi limpa, akibat makan dan minum yang kurang sehat. Disamping itu juga kebersihan yang kurang terjaga, celana dalam kotor, lembab, dan mungkin karena infeksi, kanker dan penyakit lain termasuk jamur.

Biasakan memakai pakaian dalam yang bersih, kering, diseterika disamping menjaga kebersihan organ kelamin. Bagi yang mengidap keputihan sebaiknya menunda perkawinan sampai gangguan itu hilang atau sembuh, karena ada kemungkinan menular.

Kelamin Gatal ( pruritis vulvae )

Rasa gatal yang timbul pada alat kelamin wanita bagian luar sering kali menyebabkan kejengkelan, kalau sudah parah sering tidak dapat mengendalikan air seninya. Penyebabnya sering kali kurang jelas meskipun sudah dijaga kebersihannya.

Haid Tidak Teratur

Sel telur sudah matang ( ovum ) meninggalkan indung telur menuju rahim, kalau bertemu dengan sel lelaki ( spermatozoa ) bias terjadi pembuahan dan hamil. Kalau tidak bertemu dengan sperma, setelah bertahan 12 – 14 hari dihitung dari permulaan haid berikutnya, ovum akan mati dan keluar bersama kotoran lain sebagai darah yang disebut haid. Siklus haid yang teratur adalah siklus 28 hari, meskipun demikian bias terjadi juga siklus 24 hari, siklus 30 hari bahkan siklus 32 hari.

Jadi siklus seseorang berbeda satu dengan lainnya, umumnya memang siklus 28 hari. Maka keterlambatan atau lebih awal datangnya haid itu kurang betul. Terlambat sampai 2 – 3 bulan belum tentu kalau hamil, kalau sekiranya tidak ada pertemuan ovum dan sperma. Biasanya ada gangguan lain, emosi, stress. Begitu juga 1 bulan mendapat haid 2 kali juga wajar kalau mengingat siklus 28 hari.

Sangat dianjurkan sejak remaja membuat catatan bulanan, tanggal mulai haid sampai dengan selesainya haid, berapa hari lamanya haid. Catatan ini akan berguna sekali untuk memaklumi berapa lama siklusnya, dan kegunaan lain kelak kalau mau mengikuti program keluarga berencana dengan metode ovulasi.

Berhenti Haid ( menopouze )

Mulai usia 45 – 50 tahun indung telur wanita mulai kurang aktif menghasilkan sel telur yang bias dibuahi, saat saat haid dengan pengeluaran darah kotor mulai berkurang sampai betul betul berhenti haid. Keadaan menjelang menopouze ini sering kali kejadian antara haid yang satu dengan haid berikutnya lewat dua atau tiga bulan, tetapi juga bisa terjadi berlangsung secara terus menerus. Kejadian seperti itu memang merisaukan seorang wanita, meskipun wanita yang lain biasa biasa saja menghadapi menopouze tanpa gejala gejala yang menakutkan. Bisa kejadian, menjelang menopouze timbul goncangan, mudah marah, murung, cepat lelah, pusing, kesemutan, nyeri sendi, gatal gatal dan gangguan lainnya.

Sangat dianjurkan makan dan minum dijaga, kebutuhan protein memang meningkat sebaiknya protein nabati saja, protein hewani dikurangi atau di hindari begitu juga lemak, batasi gula agar berat badan tidak berlebihan, kebutuhan zat besi bertambah lewat sayuran hijau dan buah buahan segar dan biasakan makan makanan yang berserat. Dengan datangnya menopouze berarti masa pembuahan atau kehamilan sudah lewat, tetapi banyak wanita setelah menopouze merasa telah tua dan segan atau malahan enggan mengadakan hubungan intim dengan suaminya, sebetulnya bisa dilakukan tanpa resiko lagi.

Wanita Mandul

Dalam kehidupan berumah tangga ada persoalan yang telah banyak anak ingin tidak punya anak lagi, ada juga yang telah sekian tahun kawin belum juga dikaruniai anak. Banyak usaha ditempuh agar bisa punya keturunan.

Menurut metode ovulasi, saat saat vagina basah atau berlendir merupakan saat saat subur, kalau ada hubungan seksul bisa terjadi pembuahan dan bisa hamil. Untuk siklus haidnya 28 hari,hari hari ke 9 sampai dengan hari ke 15 dihitung mulai hari pertama haid merupakan hari subur, untuk siklus haidnya 24 hari, hari ke 5 sampai dengan hari ke 10 dihitung mulai hari pertama haid merupakan hari hari subur, yang siklus haidnya 32 hari, hari hari ke 15 sampai dengan ke 20 dihitung mulai hari pertama haid merupakan hari hari subur. Kalau terjadi hubungan seksual pada hari hari subur bisa terjadi kehamilan. Disamping itu harus diingat bahwa stress yang dialami suami dan ostri menyebabkan kesuburan menurun. Juga sering terjadi adanya ovum yang mengalahkan sperma, bukannya bersatu dan terjadi pembuahan. Juga dijumpai adanya wanita yang tidak pernah haid, ini merupakan kelainan.

Keluarga Berencana ( mengatur kelahiran )

Membatasi kelahiran memang menjadi program pemerintah, demi tercapainya keluarga sejahtera hanya dengan dua anak, lelaki atau perempuan sama saja. Baik pihak lelaki memakai kondom sampai terpaksa vesektomi dimana saluran testis diputus dengan operasi kecil, maupun pihak wanitanya memakai pesarium ( kondom untuk wanita ), pil anti hamil yang secara teratur harus diminum setiap hari sejak selesai haid terakhir sampai datangnya haid berikutnya, I.U.D atau memasang spiral yang ditanam pada rahim, susuk tembaga yang ditanam pada lengan, sampai steril dimana saluran telur ( tubae ) dipotong lewat operasi kecil. Kalau tidak ada kelainan memang tidak apa apa, meskipun demikian memang ada efek sampingannya seperti pendarahan, pusing kepala terus setiap hari, menjadi gemuk, mudah marah dan kelainan lain sering membebani seorang wanita yang ikut keluarga berencana.

Penyusun cenderung menawarkan metode ovulasi, secara sederhana mengadakan hubungan seksual 11 hari menjelang haid berikutnya atau disaat vagina kering tidak berlendir ( masa tidak subur ) atau dengan cara sperma dibuang di luar vagina ( coitus interuptus ). Terapy ini hanya untuk meraka yang terlambat haid dua bulan, lebih dari dua bulan kurang atau tidak berhasil, dengan pengertian kalau bisa haid kembali berarti tidak hamil.

Memang banyak istri yang dating disertai suaminya minta dipijat, agar jangan mempunyai anak kembali untuk selamanya. Penyusun hanya menyarankan agar menggunakan metode ovulasi atau kalau sudah terlambat sampai dangan tiga bulan, masih bisa diusahakan agar dapat haid kembali. Kalau terlambat tiga bulan haidnya, memang sulit untuk bisa haid, saran penyusun biarlah kandungan itu menjadi bayi.

Sebagian lainnya lagi, mereka dating karena mengalami kelainan atau mengalami efek sampingan dari penggunaan pil anti hamil dan spiral atau susuk tembaga.

Dingin seksual pada wanita ( Frigiditas )

Keadaan dimana seorang wanita mengalami kelainan seksual, mirip impotensi pria. Ada kaitannya dengan kesalahan cara memberi tahu soal-soal yang ada hubungan dengan seksual, baik soal organ tubuh dan kegunaannya, atau menakut-nakuti soal seksual dengan nasihat yang keras ( puritan ) melarang ini melarang itu, sampai anaknya curiga dan takut, penerangan yang kurang berdialog sehingga anak slalu ingin tahu. Lebih baik anak-anak diberi tahu soal seksual pada saat yang tepat secara kekeluargaan dan ramah tamah, setelah menginjak pubertas, dari pada mereka mencari-cari lewat bacaan murahan ( picisan ) atau lewat pembicaraan diantara seusia mereka

Juga ada kaitannya dengan tidak pernah tercapainya titik klimaks ketika mengadakan hubungan seksual ( anorgasme ), sehingga menjemukan dan melelahkan tanpa tahu maknanya, tahu-tahu hamil dan serentetan derita sampai melahirkan dan seterusnya. Jadi ada hubungannya dengan kejiwaan.

Peranakan turun ( prolapsus uteri )

Peranakan atau rahim turun kebawah mungkin karena jatuh atau sebab-sebab lain.Kalau mendesak kandung kemih bisa mengganggu ketika kencing. Dari luar tampaknya perut bawah menggantung.

Histeria Seksual

Keadaan ini mungkin disebabkan oleh gangguaan kejiwaan atau salah pengertian soal hubungan kelamin yang harus selalu dipenuhi karena terlalu sering dilakukan, jadi seperti kecanduan seksual, menjadi budak seksual. Tidak pernah merasa puas dengan seorang lawan jenis, bahkan setiap hari harus bisa mengadakan hubungan seksual berulang kali, kalau tidak dilaksanakan seluruh tubuh terasa kaku dan pusing kepala.