|
Profil
F. KESEHATAN
Derajad kesehatan penduduk
merupakan salah satu indikator kualitas SDM. Indikator utama derajad kesehatan
penduduk adalah angka harapan hidup, angka kematian bayi lahir (AKB) dan
angka kematian ibu melahirkan (AKI). Angka rata-rata harapan hidup 68
tahun bagi pria dan 72 tahun bagi wanita. Angka kematian bayi lahir (AKB)
18,35 per seribu kelahiran dan angka kematian ibu melahirkan (AKI) 11
per seribu kelahiran. Selain itu status gizi baik telah mencapai 91,8
%. Meningkatnya angka harapan hidup serta rendahnya AKB dan AKI tersebut
mencerminkan keberhasilan program kesehatan dan gizi daerah. Kondisi
ini sangat kondusif bagi kelangsungan pembangunan pada era otonomi daerah.
G. PRESTASI DAN REPUTASI
Dari catatan sejarah
kebangsaan Indonesia, sejak dulu warga Kota Surakarta banyak memiliki
potensi besar sehingga berhasil mencetak prestasi di berbagai bidang.
Baik yang berskala nasional maupun internasional. Telah beberapa kali
dijadikan tempat pembentukan/ melahirkan organisasi-organisasi baik berskala
nasional maupun internasional.
Beberapa prestasi tersebut
antara lain :
1. Tempat berdirinya Sarikat Dagang Islam pada tahun 1905.
2. Tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) I di
stadion Sriwedari pada tanggal 9 September 1948.
3. Pusat rehabilitasi penyandang
cacat tubuh bertaraf internasional sejak zaman perang kemerdekaan (RC.
Prof. Dr. Soeharso)
4. Kota kelahiran Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari 1946 ( di Monumen Pers)
5. Kota kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
pada tanggal 25 November 1945.
6. Kota kelahiran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
7. Tempat dibangunnya Tugu
Kebangkitan Nasional bersamaan Kongres Pemuda se Indonesia pada tahun
1933.
H. PELAYANAN UMUM
Sesuai amanat UU No.
22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah perilku pemerintahan harus berpihak
pada rakyat, lebih demokratis serta melibatkan masyarakat sejak tahap
perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan. Pada awal otonomi daerah,
kualitas pelayanan masyarakat memang belum optimal dan efisien, baik yang
diakibatkan oleh faktor internal maupun eksternal. Salah satu upaya peningkatan
kualitas pelayanan publik di Kota Surakarta adalah dalam bentuk penerapan
pelayanan satu atap pada Unit Pelayanan Terpadu (UPT)
I. KETERTIBAN UMUM
Dengan euforia
politik terjadi pula peledakan kebebasan masyarakat. Peledakan kebebasan
tersebut berdampak pada tumbuhnya gejala pelanggaran hukum, seperti pelanggaran
lalu lintas, pematokan tanah tanpa prosedur hukum, semrawutnya pedagang
kaki lima, parkir liar, pencurian dengan kekerasan. Di Kota Surakarta
hal seperti itu dipecahkan melalui program pendekatan pemerintah yang
terpadu.
|